Aloha, selamat tahun baru teman-teman! Nggak kerasa sudah tahun 2016, semuanya berlalu begitu cepat. Kali ini aku akan menceritakan sedikit, bagaimana aku dan Doma menghabiskan malam tahun baru. Mmm dari gaya bicaranya, seperti aku merayakan tahun baru dengan hal yang menyenangkan ya? Tentu saja, namun, dengan cara yang sederhana.
"Money can't buy us happiness"
Itu adalah kalimat yang menjadi panduan kami dalam berpacaran. Kami jarang sekali kencan di restaurant, sebulan belum tentu sekali, terkadang dua bulan sekali. Kami lebih senang makan di warung pinggir jalan. Mari lanjut cerita intinya. Waktu siang hari di tanggal 31 Desember 2015, aku dan Doma pergi ke toko gundam yang murah di daerah Tanah Mas, setelah itu kami langsung pulang. Malamnya kami berencana mau merakit gundam bersama, tapi sebelumnya mengisi perut ke McDonalds (kelezatan tiada tara). Sampai di rumah Doma, ketemu mamanya dan ngobrol seperti biasanya. Wah, waktu berjalan begitu cepat, tiba-tiba udah jam 9 malam. Aku dan Doma pergi jemput Noah (keponakan Doma), dirumah tetangganya.
| Penampakan Noah yang menghabiskan Teh Botol kemasan kardus-ku |
Sesampainya di rumah, dia excited liat Doma ngerakit gundam. Tapi, lama kelamaan Noah makin ngantuk dan rewel. Dia mulai ngerengek minta ikutan ngerakit, mau liat rakitannya dari jarak deket, pokoknya banyak banget alasan Noah yang lama-lama bikin Doma kesel. Kebetulan pas itu aku ngantuk dan bosen jadi bingung mau gimana (-_-). Doma juga orang yang gampang sekali dipancing emosinya. Perang Dunia ke II dimulai! Doma marah-marah dan Noah nangis tetep pengen ikutan ngerakit ditambah lagi Nggak mau tidur. Oke, aku mulai kewalahan.
Aku cuma bisa nenangin Doma pada saat itu, coba ngajak dia bicara pelan-pelan, mulai elus-elus punggungnya biar dia ngerasa lebih tenang, dan berhasil (akhirnya Nila berguna). Doma gendong Noah dan coba buat ngajak ngobrol Noah pelan-pelan, sambil tepuk-tepuk punggungnya. Aku yang melihat pemandangan itu tiba-tiba ikut terdiam. Doma terlihat begitu manis waktu ngelakuin hal itu. Mulai sadar, kalo selama ini orang bilang "Cowok keren ga ngerokok", "Cowok keren jago main fustal", dan sebagainya, bakalan kalah sama cowok yang sayang anak kecil. Satu poin plus yang dimiliki Doma saat ini. :)
Jika diingat-ingat sudah hampir 14 bulan ini kenal Doma, dia banyak berubah. Dulu dia mudah terpancing emosi, sekarang dia sudah Nggak begitu. Yang paling terlihat signifikan waktu dia naik motor. Setiap ada yang salah dia marah-marah Nggak jelas teriakin orangnya, awalnya, aku cuma elus-elus badannya setiap setelah dia marah-marah. Kemudian, ketika dia keliatan mau marah (sebelum berteriak), aku udah elus-elus duluan, dia Nggak jadi marah. Sekarang tanpa ngelakuin hal apapun, setiap ada yang salah, dia akan bilang "Aku udah Nggak marah-marah lagi kan?". Ada aja tingkah Doma yang bikin Nila senyum.
Setelah Noah tidur, akhirnya aku harus pulang. Tapi, sebelum pulang, kami pergi makan di tempat favorit kami, Burjo (Warung Indomie dan Bubur Kacang Ijo) Totem di Tembalang. Bahagia itu sederhana, asalkan bersama orang yang kita sayang, dan bersyukur. Happy New Year!❤
| Happy New Year from Us |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar