Minggu, 27 Maret 2016

Hobonichi Hobonichi-an ala Nila

     Hobonichi? Apa sih hobonichi? Lebih tepat lagi namanya Hobonichi Techo, ini adalah buku agenda yang dibuat orang Jepang. Menurut yang aku telusuri (semenjak 2-3 tahun yang lalu), buku ini bertuliskan tanggal di setiap halamannya, jadi, kamu tidak perlu kesulitan menuliskan tanggalnya lagi. Buku agenda ini dimaksudkan agar setiap orang rajin menulis, dan tetap mengingat apa yang telah dilakukannya hari kemarin, atau hari ini, or we call it buku diary atau buku harian.

Cover Hobonichi Techo | www.1101.com

    
     Hobonichi Techo ini keren banget, sampulnya lucu, kertasnya punya pattern kotak-kotak, dan aku pernah baca di setiap halamannya ada kalimat-kalimat motivasi. Cool! Pertama kali aku tau ini, dari salah satu akun instagram, dia tinggal di Jepang, but i forgot her account's name. Pada waktu itu juga, aku belum tau kalo namanya Hobonichi Techo, secara dia nulisnya pake hiragana. Kemudian aku menemukan salah satu orang Jakarta, nama akun instagramnya adalah @lysflies, dan dia rajin nulis Hobonichi. Mulai dari situ, aku bener-bener pengen banget punya Hobonichi. Please kindly check her Instagram, maybe you like it.

Instagram: Lysflies

     Berhubung agak ribet untuk beli online karena dari Jepangnya, aku mengurungkan niatku. Padahal kalo dihitung lumayan, satu Hobonichi Techo ini about 100K. Sampai pada suatu hari aku jalan-jalan ke toko alat tulis dan menemukan buku agenda yang lumayan mirip (anggap saja begitu). Cover depannya merah polos dengan tulisan 'Agenda'. Tapi ternyata, lama kelamaan Nila juga nggak rajin nulis. Pengen banget kreatif menulis seperti Hobonichi di instagram, yah tapi semua butuh proses. Ini adalah penampakan Hobonichi hobonichi-an ala Nila.
Hobonichi Hobonichi-an ala Nila

     Doakan semoga Nila semakin kreatif, dan rajin dalam menulis buku agenda ini. Terkadang kalo lagi males nulis, aku bikin satu halaman cuma gambar aja. Meskipun cuma satu gambar, aku tetap memberinya sebuah makna. Jadi, saat nanti tua, begitu buka buku agenda ini, aku bisa ingat hal-hal apa yang aku alami saat itu. Sudah sampai sini cerita soal buku agenda Hobonichi Techo-nya, semoga orang Indonesia bisa rajin menulis!❤

Minggu, 03 Januari 2016

Cara Nila dan Doma Merayakan New Year Eve

     Aloha, selamat tahun baru teman-teman! Nggak kerasa sudah tahun 2016, semuanya berlalu begitu cepat. Kali ini aku akan menceritakan sedikit, bagaimana aku dan Doma menghabiskan malam tahun baru. Mmm dari gaya bicaranya, seperti aku merayakan tahun baru dengan hal yang menyenangkan ya? Tentu saja, namun, dengan cara yang sederhana.
"Money can't buy us happiness"
     Itu adalah kalimat yang menjadi panduan kami dalam berpacaran. Kami jarang sekali kencan di restaurant, sebulan belum tentu sekali, terkadang dua bulan sekali. Kami lebih senang makan di warung pinggir jalan. Mari lanjut cerita intinya. Waktu siang hari di tanggal 31 Desember 2015, aku dan Doma pergi ke toko gundam yang murah di daerah Tanah Mas, setelah itu kami langsung pulang. Malamnya kami berencana mau merakit gundam bersama, tapi sebelumnya mengisi perut ke McDonalds (kelezatan tiada tara). Sampai di rumah Doma, ketemu mamanya dan ngobrol seperti biasanya. Wah, waktu berjalan begitu cepat, tiba-tiba udah jam 9 malam. Aku dan Doma pergi jemput Noah (keponakan Doma), dirumah tetangganya.

Penampakan Noah yang menghabiskan Teh Botol kemasan kardus-ku

     Sesampainya di rumah, dia excited liat Doma ngerakit gundam. Tapi, lama kelamaan Noah makin ngantuk dan rewel. Dia mulai ngerengek minta ikutan ngerakit, mau liat rakitannya dari jarak deket, pokoknya banyak banget alasan Noah yang lama-lama bikin Doma kesel. Kebetulan pas itu aku ngantuk dan bosen jadi bingung mau gimana (-_-). Doma juga orang yang gampang sekali dipancing emosinya. Perang Dunia ke II dimulai! Doma marah-marah dan Noah nangis tetep pengen ikutan ngerakit ditambah lagi Nggak mau tidur. Oke, aku mulai kewalahan.

     Aku cuma bisa nenangin Doma pada saat itu, coba ngajak dia bicara pelan-pelan, mulai elus-elus punggungnya biar dia ngerasa lebih tenang, dan berhasil (akhirnya Nila berguna). Doma gendong Noah dan coba buat ngajak ngobrol Noah pelan-pelan, sambil tepuk-tepuk punggungnya. Aku yang melihat pemandangan itu tiba-tiba ikut terdiam. Doma terlihat begitu manis waktu ngelakuin hal itu. Mulai sadar, kalo selama ini orang bilang "Cowok keren ga ngerokok", "Cowok keren jago main fustal", dan sebagainya, bakalan kalah sama cowok yang sayang anak kecil. Satu poin plus yang dimiliki Doma saat ini. :)
     Jika diingat-ingat sudah hampir 14 bulan ini kenal Doma, dia banyak berubah. Dulu dia mudah terpancing emosi, sekarang dia sudah Nggak begitu. Yang paling terlihat signifikan waktu dia naik motor. Setiap ada yang salah dia marah-marah Nggak jelas teriakin orangnya, awalnya, aku cuma elus-elus badannya setiap setelah dia marah-marah. Kemudian, ketika dia keliatan mau marah (sebelum berteriak), aku udah elus-elus duluan, dia Nggak jadi marah. Sekarang tanpa ngelakuin hal apapun, setiap ada yang salah, dia akan bilang "Aku udah Nggak marah-marah lagi kan?". Ada aja tingkah Doma yang bikin Nila senyum.

     Setelah Noah tidur, akhirnya aku harus pulang. Tapi, sebelum pulang, kami pergi makan di tempat favorit kami, Burjo (Warung Indomie dan Bubur Kacang Ijo) Totem di Tembalang. Bahagia itu sederhana, asalkan bersama orang yang kita sayang, dan bersyukur. Happy New Year!❤

Happy New Year from Us